Pikiran manusia bisa meloncat-loncat, seperti “monyet yang loncat dari satu dahan ke dahan pohon berikutnya”. Definisi umum yang dinyatakan dalam internet mengemukakan pikiran adalah bentuk aktivitas mental sadar dan tidak sadar yang mencakup, persepsi, memori dan imajinatif. Pikiran yang tidak terkontrol akan meluap menjadi emosi dan perilaku negative serta mengganggu lingkungan. Hati terpengaruh menjadi tidak tenang dan gelisah.
Bagaimana menata dan mengelola pikiran? Baik sadar maupun tidak sadar? Bali Usada melalui meditasi kesehatan memberikan solusi yang bisa diterapkan dalam kehidupan manusia.

Berlatih meditasi membutuhkan ketekunan, komitmen dan konsistensi untuk mencapai hasil optimal. Banyak cara berlatih meditasi. Bali Usada memberikan pelatihan melalui nafas. Nafas yang keluar masuk hidung, memberikan informasi mengenai karakter nafas yang merupakan ‘pantulan’ dari pikiran. Pikiran yang negative, ingin mencelakai orang lain, didorong dengan keserakahan atau iri benci membuat nafas tidak teratur, kasar dan tersengal-sengal.
Meditasi kesehatan Bali Usada memberikan arah bagaimana memperoleh pikiran harmonis, stabil, tenang dan jernih dengan memperhatikan keluar masuk nafas secara alami, yang lambat laun memberikan ketenangan. Pikiran menjadi jernih, tidak goncang dan lebih kuat, tidak mudah terpengaruh kondisi diluar diri.

Laksana air danau yang jernih, sehingga bisa melihat dasar danau tersebut. Bandingkan dengan pikiran yang kacau, seperti air Sungai yang teraduk setelah timbulnya banjir, keruh dan penuh lumpur, sehingga tidak bisa melihat dasar Sungai. Pikiran yang jernih akan melahirkan hati yang bersih sehingga sikap dan perilaku juga terjaga dengan baik. Perkataan yang terucap juga positif dan penuh makna serta berkat bagi mereka yang mendengarkan.
Namun hasil meditasi tidak akan terlihat begitu saja kalau tidak dipraktekan dengan tekun dan konsisten.
Mari, mulailah berlatih meditasi kesehatan, yang sangat bermanfaat dalam menghadapi kondisi dan tantangan hidup sehari-hari.
