
cukup atau enough dalam definisi umum dikatakan dapat memenuhi kebutuhan. Kebutuhan dasar manusia seperti yang kita ketahui bersama, sandang, pangan dan papan. Memiliki kebutuhan akan sandang (baju), yang bisa menutupi tubuh sehingga terlindung dari hujan, angin atau panas matahari. Sudah cukup. Memiliki kebutuhan makanan karena membutuhkan enerji dari makanan untuk melakukan aktivitas yang terdiri dari nasi, sayur dan lauk pauk. Sudah dipenuhi, berarti sudah cukup. Memiliki kebutuhan akan papan, untuk melindungi dari panas matahari dan dinginnya malam, rumah yang untuk tempat meneduh, tempat untuk bisa bercengkerama dengan keluarga. Sudah memiliki, berarti sudah cukup.
Namun kenapa manusia sering merasa tidak cukup? Keinginan yang sering “menyetir” manusia dalam memilliki sehingga tidak lagi bisa mengatakan cukup atau enough. Keinginan berbeda dengan kebutuhan, keinginan bisa berawal dari rasa iri, rakus dan kebencian. Iri melihat temannya punya mobil baru, sehingga ingin beli mobil, padahal sudah ada mobil yang dipakai. Sudah punya satu mobil, ingin beli lagi, dan beli lagi, begitu berganti tahun karena ingin dikatakan kelas atas sehingga rakus atas pujian. Kebencian juga bisa membuat banyak keinginan dalam diri manusia. Benci dengan diri sendiri, sehingga ingin cantik, ingin lebih muda, dst. Keinginan tidak akan terpuaskan kapanpun. Seperti denyut nadi, akan terus timbul, walaupun Sudah dipenuhi.
Kata cukup bisa membuat kita tidak melekat pada apapun. Melekat berarti menempel erat atau kuat, tidak mudah terlepas. Kalau keinginan kita terus timbul dan tidak pernah merasa cukup, sebagai contoh hidup hedonis, maka kita sudah melekat pada kehidupan hedonis tersebut, sehingga tidak bisa melepaskannya. Ada ketagihan didalamnya. Melekat juga bisa pada hewan peliharaan. Banyak sekali di kota-kota besar, orang lebih melekat pada hewan peliharaannya daripada anak atau pasangan hidupnya. Berbicara dengan hewan tersebut, dirawat seperti merawat anak, sampai kalau hewan peliharaan mati, maka sang pemilik bisa depresi. Begitu melekatnya sehingga kesadaran sudah tertutupi dengan keinginan dan kegiuran.
Kata cukup bisa diupayakan dengan terus berlatih meditasi, mengasah pikiran harmonis, meningkatkan konsentrasi, kesadaran, kebijaksanaan dan kelembutan. Hidup bukan dimasa lampau, tidak juga hidup di masa depan, tapi hidup di masa kini. Bila dilatih dengan tekun, maka kesadaran untuk mengatakan cukup dalam pemenuhan keinginan bisa dilakukan. Hidup akan lebih bijaksana dalam mengelola kebutuhan dan keinginan.
Jadikan tahun 2026 ini, kita semakin rajin berlatih meditasi dan menjadi orang yang bisa dengan tegas mengatakan cukup pada diri sendiri.
